HomeBeritaAktivis GSF Sebut Israel Lakukan Kekerasan Brutal, Serukan Dunia Awasi Misi Kemanusiaan

Aktivis GSF Sebut Israel Lakukan Kekerasan Brutal, Serukan Dunia Awasi Misi Kemanusiaan

MARMARIS – Sejumlah aktivis kemanusiaan internasional yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza mengaku mengalami tindakan brutal dari militer Israel saat kapal mereka dicegat dua pekan lalu.

Mereka menuduh pasukan Israel melakukan kekerasan fisik hingga pelecehan seksual dalam upaya menghentikan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Dalam pernyataan terbaru yang disampaikan menjelang pelayaran lanjutan menuju Gaza, para aktivis mengatakan tindakan tersebut menunjukkan sejauh mana Israel bersedia bertindak untuk memblokade bantuan bagi warga sipil Palestina yang hingga kini masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan.

“Ketika mereka mencegat kapal kami dua minggu lalu dan memperlakukan kami dengan brutal, baik secara fisik maupun seksual, tentara Israel menunjukkan sejauh mana mereka siap bertindak untuk menghalangi bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza,” demikian pernyataan para aktivis seperti dikutip dari laman resmi GSF, Kamis (14/5/2026)

Mereka menegaskan bahwa risiko untuk tetap melanjutkan pelayaran memang besar, namun menurut mereka, membiarkan tragedi kemanusiaan di Gaza berlangsung tanpa perlawanan moral jauh lebih berbahaya.

“Kami tidak tahu apa yang akan mereka lakukan berikutnya. Namun kami tetap berlayar karena risiko untuk tidak berlayar, membiarkan genosida menjadi sesuatu yang dianggap normal, terlalu besar untuk diabaikan,” lanjut pernyataan tersebut.

Para aktivis juga menyerukan perhatian masyarakat internasional untuk terus mengawasi perjalanan armada kemanusiaan tersebut. Mereka meyakini sorotan publik dunia dapat menjadi bentuk perlindungan terhadap kemungkinan tindakan represif yang kembali dilakukan selama perjalanan menuju Gaza.

“Saksi adalah perlindungan. Kami membutuhkan perhatian dunia terhadap flotilla ini sekarang dan dalam beberapa hari ke depan saat kami berlayar menuju Gaza,” kata mereka.

Misi flotilla tersebut disebut kini telah memasuki tahap akhir pelayaran menuju pesisir Gaza. Para aktivis meminta dukungan global melalui penyebaran informasi dan pemantauan siaran langsung perjalanan mereka agar dugaan pelanggaran terhadap misi kemanusiaan tidak terjadi tanpa pengawasan internasional.

“Kami tidak boleh membiarkan kejahatan Israel berlangsung diam-diam di tengah malam. Saksikan siaran langsung kami dan bantu sebarkan informasi saat kami menuju pantai Gaza,” ujar mereka.

Flotilla kemanusiaan internasional dalam beberapa bulan terakhir menjadi simbol solidaritas global bagi warga Gaza yang menghadapi blokade dan kehancuran akibat agresi berkepanjangan. Namun, misi tersebut juga berulang kali menghadapi pencegatan dari militer Israel dengan alasan keamanan.

Sementara itu, berbagai organisasi hak asasi manusia internasional terus mendesak adanya jalur aman bagi distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza, termasuk akses makanan, obat-obatan, air bersih, dan kebutuhan medis bagi jutaan warga sipil yang terdampak konflik. (cky)

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler