HomeBeritaTimur TengahAS Tambah Sistem Rudal dan Pasukan Militer ke Timur Tengah

AS Tambah Sistem Rudal dan Pasukan Militer ke Timur Tengah

WASHINGTON - Militer Amerika Serikat mengerahkan dua baterai rudal Patriot tambahan untuk melindungi fasilitas energi di Arab Saudi dan Qatar di tengah persiapan menghadapi kemungkinan dimulainya kembali operasi militer terhadap Iran, menurut laporan Axios pada Kamis yang mengutip dua pejabat AS dan satu sumber regional.

WASHINGTON – Militer Amerika Serikat mengerahkan dua baterai rudal Patriot tambahan untuk melindungi fasilitas energi di Arab Saudi dan Qatar di tengah persiapan menghadapi kemungkinan dimulainya kembali operasi militer terhadap Iran.

Menurut laporan Axios pada Kamis yang mengutip dua pejabat AS dan satu sumber regional, satu baterai Patriot dikirim ke Arab Saudi bulan lalu untuk melindungi fasilitas minyak utama, sementara satu lainnya dikerahkan ke Qatar untuk melindungi fasilitas gas alam, menurut laporan tersebut.

Pengerahan itu bertujuan meyakinkan kedua negara bahwa Washington akan melindungi infrastruktur energi strategis mereka jika Presiden AS Donald Trump kembali melancarkan operasi militer besar terhadap Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa opsi pengeboman lanjutan sedang dipertimbangkan jika kesepakatan dengan Teheran tidak tercapai.

“Sekarang saya harus mengambil keputusan: Apakah Iran akan menandatangani kesepakatan, atau negara itu tidak akan ada lagi,” kata Presiden AS Donald Trump.

Pemerintah AS menyebutkan indikasi awal menunjukkan adanya keterlibatan Iran dalam insiden penyerangan pesawat komersial FlyDubai.

“Berdasarkan apa yang saya dengar, saya akan mengatakan jawabannya adalah ‘ya,’ tetapi kami sedang mengerjakannya saat ini,” ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, demikian Anadolu.

Penambahan kekuatan militer AS ini berlangsung setelah penolakan terhadap usulan gencatan senjata selama tujuh hari dari pihak Iran yang meminta pembukaan blokade pelabuhan sebagai imbalan pembukaan Selat Hormuz.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperpanjang masa penugasan unit pertahanan udara dan Divisi Lintas Udara ke-82 di kawasan tersebut untuk mengawal lalu lintas kapal komersial.

Axios melaporkan para pemimpin Arab Saudi dan Qatar pada awal Agustus meminta Trump agar tidak melancarkan serangan besar yang mencakup fasilitas energi Iran karena khawatir Teheran akan membalas dengan menyerang fasilitas minyak dan gas mereka.

Para pejabat AS mengatakan permintaan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong Trump memilih meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Menurut laporan itu, Washington membutuhkan izin Arab Saudi untuk menggunakan wilayah udara kerajaan tersebut jika kembali melancarkan operasi militer besar.

Namun, Riyadh dinilai tidak mungkin memberikan izin tanpa jaminan bahwa fasilitas minyaknya akan mendapat perlindungan.

Juru Bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) Kapten Tim Hawkins menolak berkomentar.

Sementara itu, AS juga mengirim tambahan kapal perang, pesawat tempur, dan pasukan ke Timur Tengah, menurut Axios.

Seorang pejabat AS mengatakan kapal induk USS Theodore Roosevelt beserta kelompok tempurnya meninggalkan San Diego pada Minggu dan diperkirakan tiba di kawasan sekitar pertengahan November.

Para pejabat belum menentukan apakah kapal induk tersebut akan menggantikan pengerahan yang sudah ada atau menambah kehadiran AS menjadi tiga kelompok tempur kapal induk.

Makin Island Amphibious Ready Group, yang membawa ribuan personel Marinir dari 13th Marine Expeditionary Unit, juga bertolak menuju kawasan pada Senin dan diperkirakan tiba pada akhir November, menurut laporan tersebut.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini