GAZA MEDIA — Juru bicara Hamas, Hazem Qassem pada Selasa (8/9) mengecam eskalasi serangan Israel yang terus menghancurkan rumah-rumah warga Palestina yang tersisa di sekitar kamp-kamp pengungsian di Jalur Gaza.
Qassem mengatakan, penghancuran rumah-rumah yang berada di sekitar lokasi pengungsian menjadi bukti bahwa Israel masih melanjutkan genosida terhadap warga sipil Palestina di Gaza.
Menurutnya, Israel meningkatkan agresinya dengan memanfaatkan sikap diam dan lemahnya Dewan Perdamaian, ketidakmampuan para mediator, serta tidak adanya langkah nyata dari negara-negara Arab dan Muslim untuk menghentikan kejahatan Israel di Gaza.
“Diperlukan sikap nyata dari seluruh pihak dan meninggalkan posisi sebatas pernyataan media menuju langkah-langkah praktis,” kata Qassem dalam pernyataannya.
Ia memperingatkan, tanpa tindakan konkret dari pihak-pihak terkait, Israel akan terus melakukan pembunuhan terhadap penduduk Jalur Gaza sebagai bagian dari upaya mempersiapkan pengusiran paksa warga Palestina dari wilayah tersebut.
Hamas mendesak seluruh pihak yang memiliki pengaruh untuk mengambil langkah nyata guna menghentikan serangan dan melindungi warga sipil Palestina, bukan sekadar mengeluarkan pernyataan kecaman.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya kondisi kemanusiaan yang memburuk di Jalur Gaza, sementara ratusan ribu warga Palestina masih menghadapi dampak kehancuran rumah dan fasilitas sipil akibat agresi Israel.
Kementerian Palestina mencatat 73.662 warga Palestina telah syahid, sementara lebih dari 174.627 orang lainnya mengalami luka-luka akibat genosida Israel yang terus berlangsung.
Di antara para korban, terdapat proporsi perempuan dan anak-anak yang tinggi, menunjukkan besarnya dampak serangan Israel terhadap penduduk sipil Palestina.


