HomeBeritaIsrael Paksa Keluarga Palestina Bongkar Makam Anak Mereka di Jenin

Israel Paksa Keluarga Palestina Bongkar Makam Anak Mereka di Jenin

JENIN – Pasukan Israel dilaporkan memaksa sebuah keluarga Palestina di wilayah Jenin, Tepi Barat yang diduduki, untuk membongkar makam putra mereka dan memindahkan jenazahnya ke lokasi lain. Insiden itu kembali memicu kemarahan warga Palestina di tengah meningkatnya operasi militer Israel di wilayah pendudukan.

Menurut laporan media Palestina WAFA yang dikutip Middle East Monitor, pasukan Israel mendatangi pemakaman di Desa Asasa, wilayah selatan Jenin, pada Jumat malam (8/5/2026) dan memerintahkan keluarga korban untuk menggali kembali makam putra mereka yang baru dimakamkan beberapa jam sebelumnya.

Sumber lokal menyebut tentara Israel berdalih lokasi pemakaman tersebut terlalu dekat dengan kawasan permukiman ilegal Israel yang dikenal sebagai Tarsala atau bekas permukiman Sanur, dekat Kota Jaba’. Jenazah kemudian dipindahkan dan dimakamkan ulang di tempat lain atas perintah aparat Israel.

Peristiwa tersebut menambah daftar panjang ketegangan di wilayah Jenin yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi sasaran intensif operasi militer Israel dan serangan para pemukim Yahudi.

Laporan WAFA menyebut otoritas Israel pada April lalu kembali mengizinkan pemukim Israel memasuki kawasan bekas permukiman Sanur, sekitar 20 tahun setelah wilayah itu dikosongkan dalam kebijakan “disengagement plan” tahun 2005 pada era mantan Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon.

Sejak saat itu, wilayah Jaba dan Silat ad-Dhahr di Jenin disebut semakin sering mengalami penggerebekan militer, intimidasi, serta serangan dari pemukim Israel terhadap warga Palestina. Israel juga dilaporkan mengeluarkan perintah pembongkaran terhadap sejumlah toko milik warga Palestina di jalur Jenin-Nablus dengan alasan terlalu dekat dengan area permukiman Israel.

Pada 29 April lalu, otoritas Israel juga dilaporkan menyetujui pembangunan 126 unit permukiman ilegal baru di wilayah Jenin.

Situasi di Tepi Barat terus memanas sejak pecahnya agresi besar Israel di Gaza pada Oktober 2023. Berdasarkan data Palestina, lebih dari 1.155 warga Palestina tewas, sekitar 11.750 lainnya luka-luka, dan hampir 22 ribu orang ditangkap dalam operasi militer Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur selama periode tersebut.

Berbagai organisasi hak asasi manusia internasional sebelumnya telah memperingatkan meningkatnya praktik pelanggaran terhadap warga sipil Palestina di wilayah pendudukan, termasuk penghancuran rumah, penahanan massal, hingga pembatasan terhadap prosesi pemakaman warga Palestina. (CKY)

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terpopuler