RAMALLAH — Gelombang kekerasan pemukim Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki kembali meningkat. Dalam dua insiden terpisah, pemukim Israel dilaporkan membakar kendaraan milik warga Palestina di dekat Ramallah dan mendirikan pos permukiman ilegal baru di wilayah Salfit.
Menurut laporan kantor berita Palestina WAFA, sekelompok pemukim Israel menyerbu Desa Abu Falah, timur laut Ramallah, pada Jumat (8/5/2026) dini hari. Dalam serangan tersebut, para pemukim membakar sebuah kendaraan milik warga Palestina dan mencoretkan grafiti bernada rasis di dinding rumah penduduk.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, aksi tersebut memicu ketakutan di kalangan warga setempat yang selama ini hidup di bawah bayang-bayang serangan pemukim dan operasi militer Israel di wilayah pendudukan.
Pada waktu yang hampir bersamaan, pemukim Israel juga dilaporkan mendirikan pos permukiman baru di dekat Salfit. Aktivis lokal Palestina menyebut pembangunan pos baru itu dilakukan di atas lahan milik warga Palestina dan dikhawatirkan menjadi bagian dari perluasan permukiman ilegal Israel di wilayah Tepi Barat.
Menurut warga setempat, para pemukim mulai memasang tenda, kandang ternak, dan membawa peralatan pertanian ke area tersebut. Kehadiran pos baru itu meningkatkan kekhawatiran masyarakat akan penyitaan lahan tambahan dan upaya pengusiran warga Palestina dari kawasan pedesaan mereka.
Kelompok hak asasi manusia Palestina menilai pembangunan pos-pos permukiman baru sering kali menjadi langkah awal perluasan koloni Israel di Tepi Barat. Banyak pos yang awalnya dibangun secara ilegal kemudian berkembang menjadi permukiman permanen dengan dukungan infrastruktur dan pengamanan militer Israel.
Selain serangan oleh pemukim, warga Palestina di wilayah Salfit juga menghadapi pembatasan akses ke lahan pertanian mereka. Dalam beberapa hari terakhir, pasukan Israel dilaporkan menahan dan memukuli sejumlah pemuda Palestina yang hendak menuju lahan pertanian di kawasan Deir Ballut, barat Salfit.
Situasi di Tepi Barat terus memanas sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023. Serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina, termasuk pembakaran rumah dan kendaraan, perusakan kebun zaitun, hingga pendirian pos-pos ilegal baru, dilaporkan meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan berbagai organisasi internasional berulang kali menegaskan bahwa permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki melanggar hukum internasional. Namun, pembangunan dan perluasan permukiman terus berlangsung di sejumlah wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur. (CKY)


