HomeBeritaSerangan Israel di Gaza Tewaskan Empat Warga Palestina, Termasuk Anak Perempuan 13...

Serangan Israel di Gaza Tewaskan Empat Warga Palestina, Termasuk Anak Perempuan 13 Tahun

DEIR AL-BALAH — Serangan udara dan tembakan artileri Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Minggu (28/6) menewaskan sedikitnya empat warga Palestina, termasuk seorang anak perempuan berusia 13 tahun, serta melukai sejumlah orang lainnya. Serangan berlanjut di tengah gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, bersamaan dengan perluasan operasi Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Kantor berita Palestina WAFA melaporkan sebuah drone Israel menghantam kawasan al-Salatin, sebelah barat Beit Lahiya di Gaza utara, menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai satu lainnya, menurut Bulan Sabit Merah Palestina. Di Gaza selatan, seorang pria tewas dalam serangan terpisah, menurut pejabat kesehatan di Rumah Sakit Nasser.

Anak Perempuan Tewas oleh Pecahan Peluru Tank

Anak perempuan berusia 13 tahun, yang diidentifikasi sebagai Eileen al-Farra, tewas akibat pecahan peluru dari tembakan tank Israel di Gaza selatan, menurut keterangan Rumah Sakit Nasser. Militer Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar atas rangkaian serangan tersebut, tetapi menyatakan salah satu serangannya menargetkan seorang “teroris Hamas” tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Selain korban tewas, serangan Israel juga menghantam tenda-tenda yang menampung warga terlantar. Di Khan Younis, Gaza selatan, pesawat tempur Israel menembakkan rudal ke sebuah tenda di kamp pengungsian al-Mawasi, melukai beberapa orang yang kemudian dibawa ke rumah sakit. Staf medis di Kompleks Medis Nasser menyatakan menerima jenazah seorang pria yang belum teridentifikasi setelah serangan itu.

Koresponden Al Jazeera Tareq Abu Azzoum, yang melaporkan dari Kota Gaza, menyatakan Israel mengintensifkan serangan udara dengan sasaran utama tenda-tenda darurat, khususnya di Kota Gaza dan kawasan al-Mawasi. Padahal, al-Mawasi telah ditetapkan sebagai zona aman dalam peta kesepakatan gencatan senjata yang dicapai tahun lalu.

Garis Kuning Meluas, Al-Aqsa Diserbu

Menurut Abu Azzoum, serangan-serangan itu disertai perluasan aktivitas darat Israel di bagian timur Kota Gaza, dengan pasukan Israel memperlebar Garis Kuning (Yellow Line) — garis demarkasi militer di dalam Gaza. Perluasan ini menambah tekanan terhadap warga sipil yang terkurung di wilayah yang kian menyempit.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan jumlah total korban tewas sejak 7 Oktober 2023 kini mencapai sedikitnya 73.054 jiwa, dengan 173.480 orang terluka. Dalam 24 jam terakhir, rumah sakit di Gaza menerima tiga jenazah dan merawat 43 orang terluka. Adapun sejak gencatan senjata mulai berlaku, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 1.040 warga Palestina, menurut data kementerian yang dinilai kredibel oleh badan-badan PBB dan pakar independen. Kementerian tersebut tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan, tetapi menyatakan perempuan dan anak-anak mencakup sekitar separuh dari seluruh korban tewas.

Pada hari yang sama, ketegangan juga meningkat di Yerusalem Timur yang diduduki. Menurut Departemen Wakaf Islam, sebanyak 110 pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah pengawalan ketat polisi Israel. Israel menyatakan operasinya di Gaza ditujukan terhadap Hamas dan kelompok bersenjata lain yang dinilai mengancam, serta sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata. Israel menyatakan lima tentaranya telah tewas sejak gencatan senjata diberlakukan.

ARTIKEL TERKAIT

Terpopuler