HomeBeritaSerangan Udara di Kota Gaza Tewaskan Sedikitnya Lima Orang, Termasuk Ibu dan...

Serangan Udara di Kota Gaza Tewaskan Sedikitnya Lima Orang, Termasuk Ibu dan Anak Warga Kristen Palestina

GAZA CITY — Serangan udara Israel terhadap sebuah gedung apartemen di kawasan Remal, Kota Gaza, pada dini hari Sabtu (3/10) menewaskan sedikitnya lima orang, menurut Badan Pertahanan Sipil Gaza dan staf Rumah Sakit al-Shifa. Militer Israel menyatakan serangan itu menyasar seorang pejabat Hamas, tetapi belum memastikan hasilnya. Serangan terjadi hampir setahun setelah gencatan senjata mulai berlaku di Gaza.

Dua dari korban tewas adalah Maysa Abu Daoud dan putrinya, Mary al-Najjar, warga Kristen Palestina.

Serangan terjadi saat warga tidur

Gedung al-Asala di Remal dihantam ketika para penghuni sedang tidur, tanpa peringatan sebelumnya, menurut koresponden Al Jazeera, Hani al-Shaer, yang melaporkan dari Gaza. “Kami mendengar jet tempur makin keras, lalu tiga serangan menghantam apartemen dan menewaskan orang-orang di dalamnya,” kata al-Shaer pada Sabtu.

Serangan itu menembus apartemen yang disasar dan merusak lantai-lantai di bawahnya. Tim Pertahanan Sipil masih mencari korban hilang di lokasi, kata al-Shaer. Remal merupakan salah satu kawasan hunian terpadat di Kota Gaza dan menjadi tempat berlindung ribuan pengungsi di tenda-tenda darurat.

Sumber rumah sakit menyebut delapan warga Palestina tewas di seluruh Gaza pada Sabtu. Jumlah itu mencakup satu orang di Beit Lahiya, Gaza utara, dan dua orang yang meninggal akibat luka dari serangan sebelumnya.

Militer Israel mengatakan target serangan adalah Ali al-Amoudi, yang disebutnya wakil ketua biro politik Hamas di Gaza, dan menyebut apartemen itu “digunakan Hamas”. Militer menyatakan hasil serangan masih ditinjau dan tidak menyebut apakah al-Amoudi tewas.

Dua korban dari komunitas Kristen Gaza

Maysa Khader Ibrahim Abu Daoud dan putrinya, Mary Hafez Michel al-Najjar, aktif membantu jemaat serta pengungsi yang berlindung di Gereja Keluarga Kudus, menurut Komite Presiden Tinggi Urusan Gereja Palestina. Ketua komite, Ramzi Khoury, menyebut kepergian keduanya sebagai kehilangan yang menyakitkan bagi keluarga dan jemaat.

Pemakaman digelar Sabtu di Gereja Santo Porfirius, Kota Tua Gaza. Fouad al-Najjar, 14 tahun, putra Mary, mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa serangan menghantam gedung sekitar pukul 01.30. “Nenek dan ibu saya meninggal,” ujarnya.

Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Patriarkat Ortodoks Yunani Yerusalem juga menyampaikan belasungkawa dan berdoa agar perang dan pengeboman berakhir. Umat Kristen di Gaza berjumlah kurang dari 1.000 orang.

Konteks: korban dan kebutuhan kemanusiaan

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 74.228 orang tewas sejak perang dimulai pada Oktober 2023, termasuk sedikitnya 1.445 orang sejak gencatan senjata Oktober 2025. Kementerian tidak membedakan korban sipil dan kombatan dalam data tersebut.

Dalam perkembangan terpisah pekan ini, Perwakilan WHO untuk Palestina, Reinhilde Van De Weerdt, menyatakan hampir dua juta orang di Gaza membutuhkan tempat berlindung dari cuaca dingin dan risiko banjir seiring datangnya musim dingin.

Israel dan Hamas saling menuduh melanggar gencatan senjata. Pada Minggu (4/10), militer Israel menyatakan telah menyerang sasaran di kawasan Khan Younis, Gaza selatan.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini