GAZA CITY – Jumlah warga Palestina yang syahid di Jalur Gaza sejak fajar hari ini meningkat menjadi 9 orang, 3 diantaranya anak-anak, termasuk lima korban yang gugur akibat serangan udara Israel yang menghantam sebuah apartemen di lingkungan Al-Nasr, sebelah barat Kota Gaza. Informasi tersebut disampaikan oleh sumber di Kompleks Medis Al-Shifa, Sabtu (18/7).
Serangan itu juga menyebabkan sejumlah warga Palestina terluka, sementara tim penyelamat masih terus melakukan pencarian dan evakuasi korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan.
Koresponden Al Jazeera, Ghazi Al-Aloul, melaporkan serangan menyasar sebuah apartemen di lantai dua sebuah gedung permukiman yang terletak di Jalan Al-Lababidi, kawasan Al-Nasr.
Menurutnya, serangan dilakukan menggunakan dua rudal yang ditembakkan dari pesawat tempur Israel. Hal ini menandai perubahan mencolok dalam pola serangan Israel, yang dalam beberapa waktu terakhir lebih banyak mengandalkan drone dan rudal berdaya ledak ringan.
Al-Aloul menambahkan serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar pada apartemen yang menjadi sasaran maupun bangunan di sebelahnya. Apartemen itu hancur total, sementara dinding luar dan dalam gedung mengalami kerusakan parah.
Sejumlah penghuni bangunan di sekitar lokasi juga mengalami luka-luka karena serangan terjadi di kawasan permukiman yang padat penduduk dan ramai aktivitas sehari-hari.
Tim ambulans dan pertahanan sipil terus melakukan evakuasi korban serta pencarian warga yang hilang bahkan setelah awak media meninggalkan lokasi. Karena itu, jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah.
Di sisi lain, tenaga medis yang bekerja dengan fasilitas dan sumber daya yang sangat terbatas terus berupaya menangani para korban luka, termasuk beberapa pasien yang berada dalam kondisi kritis.
Serangan Menjangkau Wilayah Jauh dari “Garis Kuning”
Ghazi Al-Aloul menjelaskan lingkungan Al-Nasr berada jauh di dalam Kota Gaza, tidak berada di kawasan yang oleh militer Israel disebut sebagai “Garis Kuning”.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan cakupan serangan Israel kini meluas hingga ke kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi, tidak lagi terbatas pada wilayah yang berdekatan dengan garis pertempuran.
Ia juga menyebutkan dalam beberapa hari terakhir, kawasan lain seperti Tal Al-Hawa juga mengalami serangan udara dengan pola yang serupa.
Tiga Warga Gugur di Zeitoun
Dalam perkembangan lain, tiga warga Palestina dilaporkan tewas pada pagi hari akibat serangan artileri Israel yang menghantam lingkungan Zeitoun. Dengan demikian, jumlah korban syahid sepanjang hari ini meningkat menjadi 14 orang.
Krisis Kemanusiaan Semakin Memburuk
Di tengah eskalasi serangan, Al Jazeera melaporkan arus pengungsian dari wilayah timur Kota Gaza terus berlanjut, terutama dari sekitar lingkungan Zeitoun.
Informasi yang diterima menyebutkan sejumlah keluarga juga terpaksa meninggalkan kamp Abu Marahil setelah intensitas pengeboman dan tembakan meningkat. Pada saat yang sama, militer Israel dilaporkan berupaya memperluas zona penyangga dengan memasang blok-blok beton.
Gelombang pengungsian baru ini semakin memperberat beban hidup warga Gaza yang telah menghadapi kondisi ekonomi dan kemanusiaan yang sangat memprihatinkan.
Kelangkaan tempat tinggal dan kebutuhan pokok terus terjadi, sementara harga barang-barang yang masih tersedia melonjak hingga berada di luar jangkauan sebagian besar keluarga.
Akibatnya, ribuan pengungsi kini terpaksa bertahan di kawasan yang minim infrastruktur dan tidak memiliki layanan dasar yang memadai, sehingga memperburuk krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Jalur Gaza.
