HomeBaitul MaqdisDua Warga Palestina Meninggal akibat Luka Serangan Israel di Gaza City, Termasuk...

Dua Warga Palestina Meninggal akibat Luka Serangan Israel di Gaza City, Termasuk Mahasiswi Kedokteran

GAZA CITY — Dua warga Palestina, salah satunya mahasiswi kedokteran, meninggal dunia pada Jumat (6/11/2026) akibat luka yang mereka derita dalam serangan Israel sebelumnya di Gaza City. Sebelum kematian keduanya, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat 1.602 warga Palestina tewas dan 5.799 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025.

Sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza City bagian barat, mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa seorang pria meninggal akibat luka dari serangan Israel beberapa hari sebelumnya di kawasan al-Blakhiyah, kamp pengungsi Al-Shati.

Korban kedua adalah Sara Abu Jiyab, warga kamp Al-Shati, yang terluka dalam serangan udara Israel sebelumnya di Gaza City. Menurut saksi mata, Abu Jiyab merupakan mahasiswi kedokteran di Universitas Islam Gaza.

Tembakan ke Arah Tenda Pengungsi

Pada hari yang sama, militer Israel melepaskan tembakan berat ke arah kawasan Al-Mawasi di barat laut Rafah, Jalur Gaza selatan. Saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa sebagian peluru mengenai tenda-tenda yang menampung pengungsi Palestina.

Sehari sebelumnya, Kamis (5/11/2026), serangan Israel menewaskan sedikitnya empat warga Palestina, termasuk seorang perempuan, dan melukai 11 lainnya di berbagai wilayah Gaza. Angka tersebut dihimpun Anadolu dari sumber medis dan sumber lokal.

Salah satu korban, Abdul Rahim Walid Matar (27), tewas menjelang fajar ketika drone Israel menembakkan dua rudal ke tenda pengungsi di sebelah barat az-Zawayda, Gaza tengah. Keterangan itu disampaikan sumber medis di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa, Deir el-Balah, kepada Al Jazeera.

Di kamp Al-Shati, serangan drone Israel terhadap sekelompok warga sipil pada hari yang sama menewaskan seorang pria dan melukai dua lainnya, menurut laporan Anadolu.

Klaim Israel dan Catatan Pelanggaran

Militer Israel menyatakan serangannya di Gaza menyasar anggota Hamas dan kelompok bersenjata lain yang dinilai mengancam pasukannya, serta sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata. Pada Senin (2/11/2026), militer Israel mengklaim telah menewaskan enam anggota Hamas dalam serangan-serangan terbaru, dua di antaranya disebut terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023.

Di sisi lain, Kantor Media Pemerintah Gaza pada hari yang sama mencatat 5.989 pelanggaran gencatan senjata oleh Israel sejak kesepakatan berlaku. Sebanyak 753 di antaranya terjadi sepanjang Oktober 2026, meliputi 346 penembakan, 310 pengeboman, dan 64 penghancuran rumah.

Koresponden Al Jazeera di Gaza melaporkan pasukan Israel juga terus bergerak di tepi timur al-Musaddar dan Deir el-Balah. Mereka meratakan rumah dan lahan pertanian serta memperluas wilayah yang berada di balik apa yang disebut “Garis Kuning”.

Secara keseluruhan, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat 74.618 warga Palestina tewas dan 175.920 lainnya terluka sejak Oktober 2023, berdasarkan data yang dikutip Al Jazeera pada Kamis (5/11/2026).

Musim Dingin Keempat di Tenda

Kekerasan ini terjadi ketika keluarga-keluarga pengungsi bersiap menghadapi musim dingin keempat di tenda. Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) melaporkan tembakan mengenai sejumlah tenda di lokasi pengungsian di wilayah Rafah utara pada Selasa (3/11/2026). Insiden itu dilaporkan menyebabkan korban luka dan memaksa satu mitra kemanusiaan meninggalkan area tersebut.

Skala kerusakan hunian di Gaza membuat sebagian besar warga tidak memiliki tempat tinggal permanen. Pusat Satelit PBB (UNOSAT) memperkirakan hingga 16 Juni 2026 sebanyak 201.290 bangunan rusak atau hancur, atau sekitar 82 persen dari seluruh bangunan di Jalur Gaza.

Di jalur diplomasi, Perwakilan Tinggi Board of Peace untuk Gaza, Nickolay Mladenov, tiba di Israel pada Senin (2/11/2026). Menurut Radio Angkatan Darat Israel yang dikutip Al Jazeera, Mladenov berupaya memperoleh izin untuk memasukkan tenda ke Gaza dan mendorong percepatan rekonstruksi. Board of Peace dibentuk sebagai lembaga transisi berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.


Sumber: Anadolu Agency (melalui The Nation dan A News), Al Jazeera, Palestine Chronicle, UN News/OCHA, Times of Israel, Israel Hayom.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini