GAZA CITY — Militer Israel (IDF) bersama badan intelijen dalam negeri Shin Bet pada Jumat (25/9) merilis rincian operasi yang mengklaim telah menewaskan 16 operator kunci jaringan pendanaan Hamas sepanjang perang, dengan dua di antaranya tewas dalam sepekan terakhir di Jalur Gaza. Klaim ini muncul di tengah serangan Israel yang terus berlanjut meski gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, dan bersamaan dengan bertambahnya korban jiwa warga sipil Palestina.
Menurut pernyataan IDF, ke-16 operator tersebut terlibat dalam pengaliran dana lebih dari 1 miliar dolar AS kepada Hamas menggunakan jaringan puluhan penukar uang di Turki dan Gaza. Dana itu disebut digunakan Hamas untuk membiayai militan, memulihkan infrastruktur militer, dan merencanakan serangan terhadap pasukan Israel.
Dua Serangan dalam Sepekan Terakhir
Pada Rabu (23/9), serangan udara di wilayah Khan Younis menewaskan Muhammad Abu Alwan, yang menurut Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menjabat kepala departemen keuangan Hamas dan disebut mengarahkan pengaliran dana lebih dari satu miliar dolar selama perang berlangsung.
Sehari berselang, Kamis (24/9), serangan di Deir al-Balah, Gaza tengah, menewaskan Jabr Moqbel, yang oleh IDF diidentifikasi sebagai kepala jaringan penukaran uang “Moqbel” yang disebut mentransfer jutaan shekel dalam mata uang asing ke Hamas. Pada hari yang sama, serangan terpisah di Khan Younis menewaskan Hasan al-Batta, yang menurut militer Israel merupakan operator penembak jitu Hamas.
IDF menyatakan akan terus menyasar siapa pun yang terlibat dalam pembiayaan sayap militer Hamas, dan memperingatkan warga Gaza bahwa aktivitas semacam itu membahayakan keselamatan mereka.
Korban Sipil Terus Bertambah
Di luar operasi yang menyasar jaringan pendanaan tersebut, serangan Israel terhadap warga sipil Gaza berlanjut hampir setiap hari meski gencatan senjata berlaku. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lima warga Palestina tewas dan 35 lainnya luka-luka dalam 24 jam menjelang Jumat, termasuk seorang perempuan yang ditembak aparat Israel di kawasan al-Mawasi, Rafah.
Kementerian yang sama menyebutkan bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober 2025, serangan Israel telah menewaskan 1.408 warga Palestina dan melukai 4.916 lainnya. Secara kumulatif sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas mencapai 73.928 jiwa dengan 175.030 orang luka-luka, menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza yang dikutip pada 24 September 2026.
Latar Rekonstruksi yang Belum Berjalan
Perkembangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Board of Peace pimpinan Trump, yang dibentuk melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, memaparkan rencana rekonstruksi Gaza senilai 2,4 miliar dolar AS di sela Sidang Majelis Umum PBB pekan ini. Wakil tinggi lembaga tersebut, Nikolay Mladenov, mengatakan pelaksanaan rencana itu bergantung pada proses pelucutan senjata Hamas.
Koresponden Al Jazeera dari New York melaporkan bahwa kemajuan di lapangan masih minim, sementara Israel dinilai belum memenuhi komitmen menarik pasukannya dari wilayah Gaza — kondisi yang menurut sejumlah pihak menghambat dimulainya rekonstruksi secara nyata.


