HomeBeritaSerangan Israel Kembali Terjadi di Beberapa Wilayah Gaza, Sedikitnya Dua Warga Tewas...

Serangan Israel Kembali Terjadi di Beberapa Wilayah Gaza, Sedikitnya Dua Warga Tewas di Kamp Pengungsi Abu Khadra

GAZA CITY — Serangan udara Israel menghantam sejumlah wilayah di Jalur Gaza pada Senin, 14 September 2026, menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai beberapa warga lainnya, menurut pejabat rumah sakit dan kesehatan setempat. Serangan paling signifikan terjadi di kamp pengungsi Abu Khadra, Gaza City, di mana militer Israel menyatakan telah melancarkan empat serangan yang menyasar militan.

Insiden ini menambah panjang daftar pelanggaran gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, di tengah situasi yang oleh sejumlah lembaga kemanusiaan digambarkan masih jauh dari kondisi damai yang sesungguhnya bagi warga sipil Gaza.

Tenda Hancur, Warga Terjebak di Lorong Sempit

Pengelola kamp Abu Khadra, Shaaban Abu Zeidieh, mengatakan empat tenda hancur total akibat serangan tersebut. Menurutnya, sejumlah korban terkena dampak saat berada di lorong sempit di antara tenda-tenda pengungsi.

Rekaman dari lokasi kejadian yang beredar menunjukkan tenda-tenda yang rusak, bekas noda darah, serta barang-barang milik pengungsi yang berserakan di tanah.

Selain di Abu Khadra, pejabat kesehatan juga melaporkan serangan terjadi di Zawaida, Gaza tengah, dan Khan Younis di bagian selatan Jalur Gaza pada hari yang sama. Militer Israel belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas sasaran yang diklaim sebagai militan dalam serangan tersebut.

Korban Terus Bertambah Sejak Gencatan Senjata

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 1.372 warga Palestina tewas dan 4.659 lainnya luka-luka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata mulai diberlakukan pada Oktober 2025. Perserikatan Bangsa-Bangsa menilai data tersebut secara umum dapat dipercaya, meski kementerian tidak memisahkan jumlah korban sipil dari kombatan dalam catatannya.

Data tersebut menambah pada total korban jiwa Palestina akibat perang yang berlangsung sejak Oktober 2023, yang menurut Kementerian Kesehatan Gaza mencapai sekitar 72.797 jiwa per Juli 2026. Sekitar 1,9 juta dari total 2,4 juta penduduk Gaza masih berstatus terusir dari tempat tinggal mereka, sementara sekitar 80 persen bangunan di wilayah itu rusak atau hancur akibat perang.

Rangkaian insiden ini terjadi di tengah proses implementasi kesepakatan gencatan senjata yang turut melibatkan Board of Peace pimpinan Presiden AS Donald Trump, badan yang dibentuk melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 untuk mengawal tahap pascaperang di Gaza.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini