HomeBeritaSiswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir...

Siswi 18 Tahun Tewas dalam Serangan Israel saat Menuju Lokasi Ujian Akhir di Gaza City

GAZA CITY — Seorang siswi sekolah menengah berusia 18 tahun tewas dalam serangan udara Israel di lingkungan Rimal, sebelah barat Kota Gaza, pada Senin (22/6) pagi, saat ia dalam perjalanan menuju pusat ujian akhir sekolah menengah (Tawjihi). Korban, yang diidentifikasi sebagai Raghad Ashour, tewas seketika di lokasi kejadian, menurut kantor berita Palestina WAFA, di tengah gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Koresponden Al Jazeera melaporkan tiga serangan dilancarkan dalam interval sekitar 15 detik di kawasan tersebut. Selain korban tewas, sejumlah orang lain mengalami luka-luka, sebagian dalam kondisi kritis, sementara beberapa korban dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan.

Tewas di Hari Ujian

Kematian Ashour terjadi pada hari ketika ribuan siswa di Gaza menempuh ujian Tawjihi, ujian yang menentukan kellayakan masuk perguruan tinggi. Ujian tahun ini dijadwalkan dimulai pada 20 Juni, sejalan dengan jadwal di Tepi Barat.

Ujian Tawjihi memiliki makna khusus bagi warga Palestina di Gaza. Selama dua tahun ajaran sebelumnya, puluhan ribu siswa Gaza tidak dapat menempuh ujian ini akibat perang. Menurut OCHA, lebih dari 76.000 siswa di Gaza tidak dapat mengikuti ujian selama dua tahun ajaran terakhir, sementara sebagian besar infrastruktur pendidikan rusak atau hancur. Tahun ini, sekitar 30.000 siswa dilaporkan terdaftar untuk mengikuti ujian dari sekitar 34.000 yang memenuhi syarat, dengan sekitar 100 ruang belajar sementara ditetapkan sebagai pusat ujian bersama Kementerian Pendidikan Gaza.

Klaim Militer Israel

Militer Israel, dalam pernyataan yang dikutip media, menyatakan pihaknya menargetkan seorang anggota sayap militer Hamas yang sedang berada di dalam sebuah kendaraan di kawasan Kota Gaza. “Klaim bahwa seorang warga sipil yang tidak terlibat ikut terdampak akibat serangan itu diketahui,” demikian pernyataan militer Israel. Pihak militer menyatakan menyesali setiap korban di kalangan warga sipil yang tidak terlibat dan menyatakan beroperasi, sedapat mungkin, untuk meminimalkan korban semacam itu. Militer tidak segera memberikan bukti pendukung atas klaim mengenai target tersebut.

Serangan ini menambah deretan korban dalam beberapa hari terakhir. Menurut WAFA, rangkaian serangan terbaru membawa jumlah total korban tewas sejak gencatan senjata menjadi 1.021 jiwa, dengan jumlah korban luka mencapai 3.249 orang. Sebelumnya, pada Sabtu (20/6), serangan Israel di kamp pengungsi Bureij menewaskan juru kamera Al Jazeera, Ahmed Wishah, bersama dua orang lainnya.

Serangan terjadi saat pasukan Israel dilaporkan bergerak mendekati kawasan padat penduduk di Kota Gaza, memaksa puluhan keluarga meninggalkan rumah mereka. Lebih dari separuh wilayah Gaza masih berada di bawah kendali militer Israel, bertentangan dengan ketentuan gencatan senjata. (IW)

ARTIKEL TERKAIT

Terpopuler