HomeBeritaBoard of Peace Tegaskan UNRWA Tak Punya Peran di Gaza, Hamas Menuduh...

Board of Peace Tegaskan UNRWA Tak Punya Peran di Gaza, Hamas Menuduh Selaras dengan Israel

GAZA CITY — Board of Peace, badan bentukan Amerika Serikat yang mengawasi gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza, menyatakan pada Jumat (25/9) bahwa badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, tidak akan berperan di Gaza. Hamas mengecam keputusan itu pada Sabtu (26/9) dan menyebutnya sejalan dengan posisi Israel.

Pernyataan itu muncul dua hari setelah Board of Peace memaparkan rencana rekonstruksi berisi 66 proyek di sela Sidang Umum PBB di New York. Nilai awal yang diusulkan adalah 2,4 miliar dolar AS. UNRWA tidak masuk dalam daftar lembaga PBB yang disebut sebagai mitra.

Pernyataan Board of Peace

Melalui unggahan di X, Board of Peace menyatakan kebijakannya soal keterlibatan UNRWA tidak berubah. Badan itu mengaku hanya akan bekerja dengan mitra tepercaya yang berkontribusi pada Gaza yang “dideradikalisasi”, dan menilai UNRWA tidak memenuhi kriteria tersebut.

Seorang pejabat Board of Peace yang tidak mau disebut namanya mengatakan kepada kantor berita AP bahwa anggota dewan beberapa kali bertemu pejabat UNRWA. Menurut pejabat itu, program UNRWA bisa tetap berjalan jika melayani warga Gaza dengan baik, tetapi “masa UNRWA sudah berakhir”.

Israel melarang UNRWA beroperasi di wilayahnya sejak parlemen mengesahkan larangan itu pada Oktober 2024. Israel menuduh lembaga tersebut disusupi Hamas. Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan tuduhan itu belum terbukti.

Reaksi UNRWA dan Hamas

Pelaksana tugas Komisaris Jenderal UNRWA, Christian Saunders, menyatakan di Gaza bahwa lembaganya masih memiliki kapasitas yang sulit digantikan. Ia menilai mengabaikannya pada saat kebutuhan sebesar ini tidak logis dan tidak bertanggung jawab. UNRWA memiliki sekitar 11.000 pegawai di Gaza yang menangani layanan kesehatan, pendidikan, air, dan sanitasi.

Mantan Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, mengatakan kepada AP bahwa sikap Board of Peace adalah “kontradiksi yang absurd”. Sehari sebelumnya ia memperingatkan bahwa penghapusan UNRWA akan berdampak sangat buruk bagi warga Palestina.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyebut keputusan itu “keselarasan penuh dengan posisi Zionis”. Ia menilai tujuannya menghentikan operasi UNRWA dan melemahkan hak kembali pengungsi Palestina. Qassem juga menyoroti bahwa Board of Peace belum menyalurkan bantuan ke Gaza dan belum mendesak Israel mematuhi kesepakatan gencatan senjata.

Gencatan Senjata Belum Membuahkan Rekonstruksi

Hampir setahun setelah gencatan senjata Oktober 2025, rekonstruksi belum berjalan dalam skala berarti. Menurut Al Jazeera, Israel menguasai lebih dari 60 persen wilayah Gaza dan belum mengizinkan komite teknokrat Palestina bentukan Board of Peace masuk sebelum Hamas dilucuti. Hamas menyatakan tidak akan memenuhi kewajibannya selama Israel tidak memenuhi kewajibannya.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 1.451 warga Palestina tewas dan 4.953 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata dimulai. Kementerian juga memperingatkan sistem kesehatan mendekati “kolaps total”.

PBB menyebut sekitar 84 persen penduduk Gaza, lebih dari 1,76 juta orang, tinggal di lokasi pengungsian atau tempat tinggal rusak. Kebutuhan pemulihan Gaza diperkirakan mencapai 71,5 miliar dolar AS.

Kementerian Luar Negeri Israel tidak menanggapi permintaan komentar AP soal pernyataan pejabat Board of Peace tersebut.

ARTIKEL TERKAIT

Terkini