GAZA – Kasus cacar air (chickenpox) di kalangan anak-anak Palestina yang mengungsi di Jalur Gaza terus meningkat. Dalam dua pekan terakhir, sekitar 9.300 kasus telah tercatat, dengan lebih dari separuhnya terjadi di kota Khan Younis yang padat penduduk, demikian disampaikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Laporan dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dilansir dari Middle East Monitor pada Ahad (19/7) menyebutkan kondisi tempat tinggal yang sangat padat, penumpukan sampah, terbatasnya akses terhadap air bersih, serta runtuhnya infrastruktur sanitasi menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran penyakit menular di kamp-kamp pengungsian.
Laporan tersebut menambahkan, memburuknya kondisi kemanusiaan telah menjadikan cacar air sebagai ancaman kesehatan masyarakat yang semakin serius di Jalur Gaza.
PBB juga menyatakan bahwa penyakit infeksi saluran pernapasan akut dan penyakit kulit masih menjadi masalah kesehatan yang paling banyak dilaporkan di Gaza.
Selain itu, penyakit yang ditularkan melalui air terus menyebar, terutama di wilayah Khan Younis. Dalam sepekan terakhir saja, tercatat lebih dari 18.000 kasus baru yang mencakup cacar air, infestasi parasit luar (seperti kutu dan tungau), serta impetigo, yaitu infeksi kulit akibat bakteri.
Sistem layanan kesehatan Gaza telah hancur akibat perang yang oleh banyak pihak disebut sebagai genosida yang dilakukan Israel. Serangan tersebut menghancurkan rumah sakit dan infrastruktur medis, sekaligus menyebabkan kekurangan parah obat-obatan, bahan bakar, serta perlengkapan medis.
Israel juga disebut terus melanggar perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, hingga Kamis, pelanggaran tersebut telah menyebabkan 1.127 warga Palestina tewas dan 3.643 lainnya terluka.
Sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada 8 Oktober 2023, sedikitnya 73.250 warga Palestina telah terbunuh dan 173.751 lainnya terluka, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza. Kementerian itu juga menyebutkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil Gaza telah mengalami kerusakan atau hancur.
