GAZA CITY — Sedikitnya dua warga Palestina tewas dalam dua serangan terpisah Israel di Jalur Gaza pada Selasa (7/7/2026), menurut laporan media yang berafiliasi dengan Hamas. Insiden ini menambah panjang daftar korban jiwa akibat pelanggaran gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober tahun lalu. Militer Israel (IDF) belum memberikan konfirmasi independen atas laporan tersebut.
Satu orang dilaporkan tewas dalam serangan di Jalan al-Rashid, Gaza City, pada Selasa pagi. Korban lainnya dilaporkan tewas dalam serangan yang terjadi sekitar tengah hari di kawasan al-Mawasi, dekat Khan Younis, di selatan Jalur Gaza.
Bagian dari Pola Serangan yang Berulang
Serangan Selasa ini melanjutkan pola kekerasan yang terus terjadi meski gencatan senjata resmi diberlakukan sejak 10 Oktober 2025. Dua hari sebelumnya, pada Senin (6/7/2026), serangan udara Israel di lokasi berbeda di Gaza menewaskan sedikitnya enam warga Palestina dan melukai lebih dari 20 orang lainnya, menurut sumber medis setempat yang dikutip Al Jazeera.
Korban dalam serangan Senin itu antara lain dua orang yang tewas dalam serangan drone terhadap kendaraan di Jalan al-Rashid, Khan Younis; dua warga lainnya yang tewas di sebuah tenda pengungsi di al-Mawasi; serta sepasang suami istri yang tewas dalam serangan drone terhadap sebuah apartemen di Gaza City, menurut sumber di Rumah Sakit al-Shifa. Tiga nelayan Palestina juga dilaporkan terluka akibat tembakan drone Israel di lepas pantai Gaza City.
Total Korban Sejak Gencatan Senjata
Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza per 6 Juli 2026, pelanggaran gencatan senjata oleh militer Israel telah menewaskan sedikitnya 1.072 orang dan melukai 3.463 lainnya sejak truce mulai berlaku pada Oktober 2025. Angka ini menjadikan total korban tewas warga Palestina sejak dimulainya perang pada Oktober 2023 mencapai sedikitnya 73.098 jiwa, dengan 173.571 orang lainnya luka-luka, per data yang sama.
Perlu dicatat, angka korban ini bersifat kumulatif dan terus diperbarui setiap hari oleh otoritas kesehatan di Gaza, sehingga dapat berbeda tipis dari laporan media lain yang menggunakan data pada tanggal berbeda.
Laporan Dewan Keamanan PBB untuk forecast Juli 2026 mencatat bahwa Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) yang seharusnya mengawasi implementasi gencatan senjata masih belum dikerahkan sepenuhnya. Penempatan pasukan tersebut disebut masih bergantung pada kemajuan proses pelucutan senjata Hamas, yang hingga kini belum tercapai kesepakatan.
Situasi ini terjadi berdekatan dengan langkah politik signifikan lainnya, yakni pembubaran badan pemerintahan Gaza oleh Hamas pada Senin (6/7/2026), yang membuka jalan bagi pengambilalihan kewenangan administratif oleh Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG). (IW)
