Data resmi Israel mengungkapkan ekonomi Israel mengalami kontraksi sebesar 3,3 persen secara tahunan selama kuartal pertama tahun 2026, yang dipengaruhi dampak perang yang sedang berlangsung dengan Iran.
Menurut laporan yang diterbitkan pada Minggu (24/5) oleh situs web ekonomi Israel Globes ,Biro Pusat Statistik Israel dilansir dari Midlle East Monitor menyatakan ekonomi Israel mengalami kontraksi tahunan sebesar 3,3 persen selama kuartal pertama tahun ini .
Situs web tersebut menjelaskan penurunan tajam ini mengakhiri periode pertumbuhan yang telah berlangsung selama dua kuartal berturut-turut, menunjukkan bahwa perang dengan Iran adalah penyebab utama dari penurunan ekonomi yang tercatat.
Data menunjukkan PDB per kapita menurun sebesar 4,5 persen setiap tahunnya dibandingkan dengan kuartal terakhir tahun 2025, yang digambarkan sebagai indikator paling realistis untuk mengukur standar hidup di Israel.
Laporan tersebut menunjukkan ekonomi Israel mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 2,9 persen selama kuartal terakhir tahun 2025, sebelum mengalami penurunan signifikan pada awal tahun ini.
Badan Pusat Statistik menyatakan pengeluaran konsumsi swasta turun sebesar 4,7 persen secara tahunan, menyusul penurunan serupa sebesar 4,6 persen pada kuartal terakhir tahun lalu.
Sebaliknya, laporan tersebut menjelaskan pengeluaran dari segi keamanan meningkat sebesar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di tengah operasi militer yang sedang berlangsung.
Israel memberlakukan sensor ketat dan pemblokiran informasi secara luas mengenai kerugian ekonomi dan korban jiwa yang diakibatkan oleh perang yang dilancarkannya di wilayah tersebut, dan melarang penyebaran gambar dan video yang berkaitan dengan kerugian selama perang. (ofr)


