Harga konsumen mencatat penurunan bulanan pertama dalam enam tahun, turun 0,4 persen dibanding bulan sebelumnya.
Inflasi tahunan Amerika Serikat melambat menjadi 3,5 persen pada Juni, lebih rendah dari perkiraan pasar, seiring penurunan tajam harga energi yang mendorong penurunan bulanan terbesar pada indeks harga konsumen sejak April 2020. Hal itu berdasarkan data resmi yang dirilis pada Selasa (14/7) dilansir dari Anadolu Agency.
Menurut Bureau of Labor Statistics (BLS), tingkat inflasi tahunan turun dari 4,2 persen pada Mei.
Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) turun 0,4 persen pada Juni dibanding bulan sebelumnya, setelah naik 0,5 persen pada Mei. Penurunan ini menjadi penurunan bulanan pertama dalam enam tahun sekaligus yang terbesar sejak April 2020.
Harga energi turun 5,7 persen selama Juni, lebih dari cukup untuk mengimbangi kenaikan harga pangan dan biaya perumahan.
Harga bensin turun 9,7 persen, minyak pemanas turun 9,2 persen, dan tarif listrik turun 1 persen. Sementara itu, harga gas alam justru naik 0,5 persen.
Meski mengalami penurunan secara bulanan, harga energi masih 15,7 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama dipengaruhi kenaikan harga bensin tahunan sebesar 26,7 persen.
Harga pangan naik 0,2 persen dibanding bulan sebelumnya dan meningkat 3 persen dibandingkan Juni tahun lalu.
Sementara itu, inflasi inti (core inflation), yang tidak memasukkan komponen harga pangan dan energi, tercatat tidak berubah secara bulanan dan melambat menjadi 2,6 persen secara tahunan, dari 2,9 persen pada Mei.
Biaya tempat tinggal (shelter) naik 0,1 persen, menjadi kenaikan bulanan terkecil sejak Januari 2021. Di sisi lain, harga asuransi kendaraan bermotor, layanan komunikasi, pakaian, layanan kesehatan, serta kendaraan bekas mengalami penurunan.
