HomeBeritaSelain Diburu ICC, Netanyahu Kini Tunggu Putusan Kasus Korupsi di Israel

Selain Diburu ICC, Netanyahu Kini Tunggu Putusan Kasus Korupsi di Israel

Kesaksian Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam persidangan kasus korupsinya berakhir pada Rabu (24/6) setelah berlangsung selama 98 kali sidang pengadilan dalam rentang waktu satu setengah tahun. Dalam keterangannya, Netanyahu menggambarkan proses hukum yang dihadapinya sebagai “10 tahun neraka”, lapor Anadolu Agency.

Tuduhan korupsi terhadap Netanyahu pertama kali mencuat ke publik pada 2016 sebelum Jaksa Agung saat itu, Avichai Mandelblit, mengajukan dakwaan resmi pada November 2019.

Netanyahu menghadapi dakwaan suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus korupsi besar yang dikenal sebagai Kasus 1000, 2000, dan 4000.

Kasus 1000 berpusat pada tuduhan bahwa Netanyahu dan anggota keluarganya menerima hadiah-hadiah mewah dari para pengusaha kaya sebagai imbalan atas berbagai bantuan dan keuntungan.

Kasus 2000 berkaitan dengan tuduhan bahwa Netanyahu bernegosiasi dengan Arnon Mozes, penerbit surat kabar terkemuka Israel Yedioth Ahronoth, untuk memperoleh pemberitaan yang menguntungkan sebagai imbalan atas manfaat tertentu dari pemerintah.

Sementara itu, Kasus 4000 menuduh Netanyahu memberikan keuntungan regulasi kepada pengusaha Shaul Elovitch, mantan pemilik situs berita Walla dan perusahaan telekomunikasi Bezeq, sebagai imbalan atas pemberitaan positif bagi dirinya dan keluarganya.

Penyiar publik Israel, KAN, melaporkan bahwa Netanyahu menyelesaikan kesaksiannya pada Rabu setelah menjalani 98 sidang yang digelar selama kurang lebih 18 bulan.

“Setelah 10 tahun neraka, ketika saya berusaha memimpin negara ini menghadapi tantangan yang mungkin merupakan yang terbesar yang pernah kami hadapi, saya harus menyaksikan hal yang keji, palsu, dan penuh niat jahat ini, yang sebenarnya tidak hanya bertujuan merugikan hak-hak individu, tetapi juga hak publik untuk memilih saya sebagai pemimpin,” kata Netanyahu kepada para hakim saat menutup kesaksiannya, sebagaimana dikutip Yedioth Ahronoth.

Ia juga menyebut proses hukum tersebut sebagai bentuk “perburuan manusia yang dilakukan secara terang-terangan dan menyimpang”, serta mendesak pengadilan untuk “mencapai kebenaran dan keadilan”.

Menurut laporan harian tersebut, kesaksian Netanyahu berakhir di ruang sidang yang diperkuat keamanannya di Pengadilan Distrik Tel Aviv, tempat sejumlah sidang selama proses berlangsung sempat dipersingkat, ditunda, atau dibatalkan.

Setelah tahap kesaksian selesai, pengadilan akan memasuki fase penyampaian argumen penutup. Para hakim akan memberikan waktu beberapa bulan kepada kedua pihak untuk menyerahkan ringkasan hukum sebelum menyusun putusan akhir.

Pada 16 Juni lalu, jaksa penuntut menyelesaikan pemeriksaan silang terhadap Netanyahu setelah hampir satu tahun proses tanya jawab. Empat sidang tambahan kemudian digelar sebagai bagian dari prosedur hukum Israel yang disebut pemeriksaan tambahan.

Pemeriksaan silang memungkinkan pihak lawan menguji dan menantang kesaksian seorang saksi guna mengukur kredibilitasnya. Sementara itu, pemeriksaan tambahan memberi kesempatan kepada tim pembela untuk memperjelas jawaban-jawaban sebelumnya dan menanggapi isu-isu yang muncul selama pemeriksaan jaksa.

Selain menghadapi proses korupsi di dalam negeri, Netanyahu juga menjadi subjek surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sejak 2024 atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang di Gaza.

ARTIKEL TERKAIT

Terpopuler