GAZA CITY — Pasukan Israel menewaskan tiga warga Palestina dan melukai 21 lainnya di Jalur Gaza dalam kurun waktu 24 jam terakhir, menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza yang dirilis Minggu (20/9/2026). Kementerian menyebut ini merupakan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel untuk hari ke-346 secara berturut-turut sejak kesepakatan mulai berlaku pada 11 Oktober 2025.
Dalam laporan statistik hariannya, Kementerian Kesehatan menyatakan rumah sakit di seluruh Gaza menerima tiga jenazah dan merawat 21 orang yang terluka selama periode pelaporan tersebut. Serangan mencakup tembakan tank dan kendaraan militer, penembakan artileri, penghancuran rumah, serta serangan terhadap tenda dan tempat penampungan pengungsi.
Serangan Tersebar di Beberapa Wilayah
Seorang perempuan Palestina mengalami luka serius setelah ditembak pasukan Israel di Jabalia, Gaza utara. Seorang anak terluka akibat tembakan drone Israel di sisi timur kamp pengungsi Al-Bureij, Gaza tengah. Kapal militer Israel juga menembaki nelayan Palestina di lepas pantai dekat Az-Zahra, Gaza tengah.
Di Khan Younis, Gaza selatan, kendaraan militer Israel melancarkan tembakan berat ke wilayah selatan kota, sementara helikopter menembaki lingkungan di sisi timur dan artileri menghantam area selatan. Rumah Sakit Nasser Medical Complex melaporkan tiga warga Palestina, termasuk dua anak-anak, tertembak dan terluka di luar zona penempatan militer Israel di Gaza selatan.
Di Gaza City, kapal angkatan laut Israel menembak ke arah pesisir sementara tank menembaki wilayah timur secara intensif. Helikopter Israel juga membuka tembakan di sejumlah lokasi di Gaza timur dan utara. Sementara itu, helikopter Israel menembak di dekat Bundaran Al-Alam, selatan wilayah Al-Mawasi, Rafah.
Ratusan Bangunan Terancam Ambruk
Terpisah, Kantor Media Pemerintah Gaza mengumumkan rencana darurat untuk mengevakuasi dan merobohkan sekitar 255 bangunan yang secara struktural tidak aman dan mengancam keselamatan penduduk serta pengungsi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Gaza tengah berkoordinasi dengan lembaga pemerintah lain dan organisasi internasional untuk menerbitkan pemberitahuan evakuasi, menandai lokasi berbahaya, dan menyiapkan tempat penampungan sementara.
Tim pemerintah masih melakukan survei bangunan dan mengidentifikasi keluarga yang berisiko, namun sejumlah penghuni dan pengelola gedung menolak evakuasi atau membatasi akses tim survei. Sebuah komite Mesir menawarkan transportasi untuk memindahkan keluarga pengungsi ke tempat penampungan yang ditentukan.
Data Korban Sejak Gencatan Senjata
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, serangan Israel telah menewaskan 1.393 warga Palestina dan melukai 4.822 lainnya sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober 2025. Dalam periode yang sama, tim penyelamat berhasil mengevakuasi 831 jenazah dari reruntuhan bangunan.
Secara keseluruhan, Kementerian Kesehatan mencatat serangan Israel telah menewaskan 73.910 warga Palestina dan melukai 174.935 lainnya di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023. Angka tersebut dipublikasikan pada 20 September 2026.
Eskalasi ini terjadi di tengah perselisihan yang berlanjut mengenai implementasi fase kedua gencatan senjata, meski telah ada kesepahaman yang dicapai pada Juli 2026. Presiden AS Donald Trump pada 31 Juli 2026 mengumumkan tercapainya “kesepakatan baru” untuk memulai fase kedua “peta jalan” Gaza, namun serangan dan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel dilaporkan terus berlanjut di seluruh wilayah Gaza.


