HomeBeritaSerangan Israel Warnai Peringatan Tiga Tahun 7 Oktober, Dua Warga Gaza Tewas

Serangan Israel Warnai Peringatan Tiga Tahun 7 Oktober, Dua Warga Gaza Tewas

GAZA CITY — Israel melancarkan serangan baru di Gaza pada Rabu (7/10/2026), bertepatan dengan peringatan tiga tahun serangan Hamas 7 Oktober 2023. Pejabat Palestina melaporkan dua orang tewas. Kekerasan ini terjadi hampir setahun setelah gencatan senjata 10 Oktober 2025 diberlakukan.

Korban dan klaim militer Israel

Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City melaporkan dua orang tewas dalam serangan Israel semalam. Pertahanan sipil Gaza menyebut salah satu korban, Mohamed Tamous, sebagai relawan layanan penyelamatan.

Times of Israel, mengutip media Palestina di Gaza, menulis namanya “Mohammed Tammous”. Menurut laporan itu, ia tewas saat bekerja mengevakuasi jenazah di Gaza utara. Militer Israel (IDF) membenarkan ada serangan di area tersebut tanpa memberi rincian. Kedua laporan berbeda soal lokasi, dan belum jelas apakah keduanya merujuk pada kejadian yang sama.

Dalam kejadian lain, serangan drone Israel menewaskan seorang pria lanjut usia dan melukai tujuh orang di Gaza selatan, menurut pejabat kesehatan di Gaza. IDF menyatakan dua operatif Hamas tewas semalam setelah pasukannya melihat mereka keluar dari Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara.

Angka korban dan penutupan perlintasan

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat 1.467 orang tewas di Gaza sejak gencatan senjata berlaku. Perang Israel di Gaza secara keseluruhan telah menewaskan lebih dari 74.000 orang. Kementerian tidak membedakan korban sipil dan kombatan.

Dari sisi Israel, serangan 7 Oktober 2023 menewaskan sekitar 1.200 orang dan 251 lainnya disandera. Tahun ini menjadi peringatan pertama tanpa sandera Israel yang tersisa di Gaza.

Warga sipil Gaza juga terdampak pembatasan akses. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memerintahkan penutupan perlintasan ke Gaza dan Tepi Barat pada 5 dan 7 Oktober. Badan koordinator pemerintah Israel untuk wilayah Palestina (COGAT) menyatakan bantuan kemanusiaan tidak akan masuk Gaza selama perlintasan ditutup.

Rencana perdamaian masih mandek

Board of Peace bentukan Presiden AS Donald Trump menyatakan pada 7 Oktober bahwa pihaknya berupaya menciptakan kondisi bagi perdamaian jangka panjang lewat demiliterisasi dan deradikalisasi Gaza.

Di lapangan, Times of Israel melaporkan rencana Trump sebagian besar mandek karena perbedaan antara Board of Peace, Hamas, dan Israel soal syarat dan urutan pelucutan senjata Hamas serta penarikan pasukan Israel. Para pemimpin Israel berulang kali menegaskan rekonstruksi Gaza tidak bisa dimulai sebelum Hamas dilucuti. Media itu juga memberitakan peringatan Nickolay Mladenov, pejabat yang mengawasi Board of Peace untuk Gaza, bahwa tanpa implementasi rencana, Gaza menghadapi perang yang berulang atau kebuntuan permanen

ARTIKEL TERKAIT

Terkini