GAZA CITY — Serangan udara Israel terhadap sebuah kendaraan di lingkungan Tuffah, timur laut Gaza City, pada Selasa (13/10/2026) menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya, kata layanan darurat setempat kepada Al Jazeera. Serangan itu terjadi tiga hari setelah peringatan satu tahun gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
Pada hari yang sama, Pertahanan Sipil Gaza menyatakan keprihatinan atas pengungsian paksa yang berulang di dekat “Yellow Line”, garis batas tempat pasukan Israel mundur berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Oktober 2025.
Tenda dan Rumah Rusak di Dekat Garis Batas
Pertahanan Sipil menyebut “ledakan besar” dan “tembakan membabi buta” oleh pasukan Israel merusak ratusan tenda warga yang mengungsi dan memperlemah rumah-rumah yang sebelumnya sudah terkena serangan. Lembaga itu meminta intervensi mendesak untuk “menghentikan perang ini terhadap penduduk sipil”.
Laporan Al Jazeera tidak memuat tanggapan militer Israel atas tuduhan tersebut.
Dalam laporan terpisah, Reuters mengutip pernyataan Israel bahwa Hamas telah mempersenjatai diri kembali dan melancarkan serangan yang melanggar gencatan senjata. Menurut laporan itu, Israel meningkatkan serangan terhadap kelompok tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Wilayah di Bawah Kendali Israel Meluas
Berdasarkan pemetaan Al Jazeera, hampir dua pertiga wilayah Gaza kini berada di bawah kendali militer Israel atau dikenai pembatasan akses. Yellow Line, yang ditetapkan dalam rencana 20 poin Presiden AS Donald Trump, semula menandai titik penarikan awal pasukan Israel, dengan penarikan lanjutan menyusul. Al Jazeera melaporkan pasukan Israel justru menguasai lebih banyak wilayah.
Dalam laporan mingguannya, Al Jazeera menyebut Israel semestinya hanya menguasai sekitar 50 persen wilayah Gaza sebelum penarikan berikutnya dan penyerahan kendali kepada warga Palestina. Laporan itu juga mencatat belum ada pasukan stabilisasi internasional yang dikerahkan. Truk bantuan masuk dengan laju sekitar sepertiga dari jumlah yang disepakati.
Korban dan Kerusakan
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat 1.493 warga Palestina tewas dan 5.299 lainnya terluka sejak gencatan senjata, per 12 Oktober. Jumlah kumulatif korban tewas sejak Oktober 2023 mencapai 74.382 jiwa menurut kementerian yang sama.
Kantor berita Palestina Wafa melaporkan seorang anak laki-laki berusia empat tahun, Osama Ahmed Abed, meninggal di az-Zawayda, Gaza tengah, akibat luka serangan Israel tiga pekan lalu. Kematiannya menambah angka korban tewas kumulatif tersebut.
Al Jazeera juga melaporkan lebih dari 80 persen bangunan di Gaza hancur atau rusak. Belum ada pemerintahan teknokratis Palestina yang berfungsi di Jalur Gaza, menurut laporan yang sama.
Board of Peace, badan transisi yang didukung AS, memperingati satu tahun gencatan senjata lewat unggahan yang menyebut kepemimpinan Trump “mengakhiri perang yang tidak terlihat ujungnya”.


