BARCELONA – Aktivis kemanusiaan sekaligus salah satu pemimpin pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF), Saif Abukeshek, menegaskan akan kembali melanjutkan misi kemanusiaan menuju Gaza setelah dibebaskan dari penahanan Israel. Keputusan itu disampaikan Saif setibanya di Barcelona, Spanyol, usai dideportasi oleh otoritas Israel.
Saif mengatakan dirinya hanya singgah sementara di Spanyol untuk mempersiapkan keberangkatan kembali menuju Turki, tempat para relawan dan armada Global Sumud Flotilla berkumpul sebelum melanjutkan pelayaran menembus blokade Gaza.
“Saya tiba di Barcelona hanya untuk menyiapkan barang-barang sebelum kembali bergabung dengan rekan-rekan di Turki,” ujar Saif melalui pernyataan yang disiarkan kanal resmi Global Sumud Flotilla.
Sebelumnya, Saif bersama aktivis asal Brasil, Thiago Avila, ditangkap pasukan Israel setelah armada kemanusiaan yang mereka pimpin dicegat di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani, pada akhir April lalu. Dalam operasi tersebut, ratusan relawan dan puluhan kapal bantuan dilaporkan dihentikan secara paksa saat membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
Keduanya kemudian ditahan di penjara Shikma, Ashkelon, dan menjalani interogasi intensif selama beberapa hari. Tim advokasi internasional Adalah menyebut Saif dan Thiago mengalami tekanan fisik maupun psikologis selama masa penahanan sebelum akhirnya dibebaskan menyusul meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel.
Dalam keterangannya, Saif menegaskan pengalaman yang ia alami di penjara Israel tidak sebanding dengan penderitaan rakyat Palestina, khususnya warga Gaza yang terus hidup di bawah blokade dan serangan militer.
Menurut dia, misi kemanusiaan tersebut bukan sekadar pelayaran biasa, melainkan upaya membuka mata dunia terhadap situasi kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Ia juga mengaku mendengar langsung berbagai bentuk penyiksaan yang dialami tahanan Palestina selama berada di dalam sel penjara Israel.
Di sisi lain, persiapan pelayaran lanjutan Global Sumud Flotilla terus berlangsung di Pelabuhan Marmaris, Turki. Sejumlah kapal bantuan dan ratusan relawan dari berbagai negara dilaporkan telah bersiap untuk kembali menjalankan misi membawa makanan, obat-obatan, air bersih, dan kebutuhan dasar bagi warga Gaza.
Armada Global Sumud Flotilla menjadi salah satu simbol solidaritas internasional bagi Palestina di tengah blokade berkepanjangan yang masih membatasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. (cky)


