KUALA LUMPUR — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan setiap pemukim Israel yang ditemukan berada di Malaysia akan segera dideportasi. Pernyataan itu disampaikan di tengah penyelidikan atas dugaan keterlibatan seorang warga Israel dalam operasional sebuah komunitas hunian swasta di negara bagian Johor.
Anwar mengatakan pihak berwenang saat ini tengah menyelidiki tuduhan tersebut. Ia menegaskan pemerintah tidak akan memberikan toleransi apabila tuduhan itu terbukti benar, sebagaimana dilaporkan harian berbahasa Inggris Free Malaysia Today, Rabu (15/7).
“Jika kami menemukan warga Israel, kami akan segera mendeportasinya karena kami tidak mengakui Israel,” ujar Anwar.
Malaysia Tidak Mengakui Israel
Malaysia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan tidak mengakui negara tersebut. Oleh karena itu, pemegang paspor Israel pada umumnya dilarang memasuki Malaysia kecuali memperoleh persetujuan khusus dari pemerintah.
Kementerian Dalam Negeri Malaysia meluncurkan penyelidikan setelah Pemerintah Negara Bagian Johor meminta pemerintah federal mengusut dugaan keterlibatan warga Israel dengan Network School, sebuah komunitas startup yang berbasis di Johor.
Secara terpisah, Departemen Imigrasi Malaysia menyatakan seluruh 266 warga negara asing yang diperiksa di sebuah komunitas internasional di Forest City memiliki dokumen keimigrasian yang sah.
Forest City merupakan kawasan pengembangan terpadu berskala besar yang dibangun di atas pulau-pulau reklamasi di Johor, dekat perbatasan Singapura. Kawasan tersebut dipromosikan sebagai pusat hunian internasional dan telah menarik banyak warga asing untuk menetap. Namun, proyek itu juga beberapa kali menjadi sorotan terkait persoalan keimigrasian dan kepatuhan terhadap regulasi.
